Beranda » Artikel » VISI MISI DESA

VISI MISI DESA

p5203187Penyusunan RPJM Desa Tiga sebagai langkah awal yang dilakukan Pemerintahan Desa Tiga bersama-sama Masyarakat secara partisipatif sehingga pedoman program kerja Pemerintah Desa bersama Lembaga-lembaga tingkat Desa dan seluruh warga masyarakat desa Tiga maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa adalah pedoman program kerja untuk masa lima tahun. RPJM Desa sebagai pedoman program kerja untuk masa lima tahun merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan oleh segenap warga masyarakat desa Tiga. Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Tiga, merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan desa Tiga disebut juga sebagai Visi Desa Tiga.Visi Desa Tiga disusun dari rangkaian panjang diskusi-diskusi formal maupun informal dengan segenap warga Tiga atau tokoh-tokoh masyarakat sebagai representasi dari warga masyarakat Tiga. Visi desa Tiga semakin mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk penyusunan RPJM Desa tahun 2009 – 2013 dengan metode Cummunity Action Plan (CAP). Dalam kegiatan ini, semakin mendekatkan Visi desa Tiga dengan kenyataan yang ada di desa dan masyarakat. Kenyataan yang dimaksud baik merupakan potensi, permasalahan maupun hambatan yang ada di desa dan masyarakatnya, yang ada pada saat ini maupun kedepan.Bersamaan dengan penetapan RPJM Desa Tiga, dirumusan dan ditetapkan juga Visi Desa Tiga :

Mengembangkan masyarakat Desa Tiga yang mandiri,mampu memenuhi kebutuhan hidup secara layak dan bertumpu dalam bidang pertanian serta penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan industri rakyat yang ditopang system pemerintahan yang profesional dalam pranata sosial yang beradab,setara dan berkeadilan.

Dalam meraih Visi desa Tiga seperti yang sudah dijabarkan diatas, dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal. Maka disusunlah Misi Desa Tiga:

  1. Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal atau non formal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali.
  2. Mengembangkan dan membangun sistem pemerintahan desa yang profesional,efektif dan efisien.
  3. Memperkuat sumber-sumber ekonomi rakyat dan kelembagaan ekonomi masyarakat.
  4. Membangun infrastruktur perdesaan untuk industrialisasi pertanian
  5. Mengembangkan dan membangun sistem pendidikan yang berbasis kompetensi
  6. Mengembangkan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan,kesehatan,dan tempat tinggal.
  7. Mengembangkan solidaritas antar tokoh masyarakat dan semua komponen masyarakat untuk membangun desa yang berlandaskan moral serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat.
  8. Pemberdayaan masyarakat yang berwawasan gender ( menciptakan keluarga harmoni dan meningkatkan peran perempuan ditingkat masyarakat ).
  9. Membangun system pemerintahan yang bersih serta berorientasi pada pelayanan publik.
  10. Mengembangkan potensi desa sebagai potensi unggulan di semua bidang.
  11. Meningkatkan peranan generasi muda dalam mewujudkan cita-cita pembangunan desa.
  12. Menanggulangi kemiskinan dengan peningkatan ketrampilan dan pengembangan pertanian,Industri kecil dan perdagangan serta peningkatan peran koperasi dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan.
  13. Meningkatkan pengelolaan secara berdaya guna dan berhasil guna potensi sumber daya alam ( SDA ) yang ada dengan peningkatan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan melalui pendidikan formal dan non formal serta pendidikan dan pelatihan.
  14. Membangun dan mendorong terciptanya pendidikan yang menghasilkan insan intelektual, insan inovatif dan insan enterpreneur.
  15. Membangun dan mendorong terwujudnya pendidikan kejuruan atau keahlian baik formal maupun informal yang berbasiskan dan mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  16. Membangun dan mendorong usahsa-usaha untuk optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, baik tahap produksinya maupun pengolahan hasilnya
  17. Menjamin dan mendorong usaha-usaha untuk terciptanya pembangunan di segala bidang yang berwawasan lingkungan dan kebencanaan, sehingga terjadi keberlanjutan usaha-usaha pembangunan dan pemanfaatannya.

Nilai-Nilai

Nilai-nilai adalah hal-hal yang dijunjung tinggi oleh sebuah kesatuan masyarakat dalam perjalanan mewujudkan visi seperti saat ini yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tiga dan seluruh warga masyarakat Desa Tiga. Dengan kata lain nilai merupakan prinsip sosial,tujuan,ataupun norma yang diterima oleh individu organisasi atau masyarakat.Nilai memberikan batasan dan tuntunan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam mewujudkan visi. Atas dasar nilai itu maka tidak semua cara boleh ditempuh. Untuk mencapai Visi Desa Tiga maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain asas kebersamaan, keterbukaan, jujur, adil, detnokratis, dan dapat dipertanggungjawabkan serta semua pembangunan Desa tiga haruslah berlandaskan pada pilosofi Hindu yaitu konsep” Tri Mandala”,dan “Tri Hita karana “.Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan maupun semua warga masyarakat Desa Tiga, sehingga menjadi sebuah komunitas tingkat Desa yang baik dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Transparan. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan arus informasi. Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah desa di berbagai kegiatan. Proses-proses, lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahami dan dapat dimonitor. Pemeintah desa dalam memberikan pelayanan umum tidak membedakan perlakuan atas dasar Suku, Agama dan Ras.
  2. Dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat bertanggungjawab kepada publik dan lembaga-lembaga yang berkepentingan. Akuntabilitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau ekstemal organisasi.
  3. Demokratis. Dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasatanggungjawab.
  4. Partisipatif. Setiap warga masyarakat Tiga mempunyai suara dalam pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perantaraan lembaga yang mewakili kepentingannya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalah dan, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pemeliharaan/pasca konstruksi.
  5. Profesional. Bagi pemerintah desa dalam melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan desa harus mengerjakan secara konsisten, terbuka terhadap kritik dan saran dalam rangka perbaikan kinerja pelayanan kepada warga masyarakat Tiga dan para pihak yangberkepentingan.
  6. Keadilan. Bagi semua pemerintahan desa Tiga, proposional dalam pembagian beban kerja dan perolehan pendapatan dengan mengingat aturan yang berlaku. Bagi seluruh warga masyarakat, proporsional dalam menerima pembagian beban tanggungjawab dan keuntungan baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan pembangunan desa yang ada.
  7. Kesetaraan dan Keadilan gender. Seluruh warga masyarakat Tiga tidak diperbolehkan membeda-bedakan perlakuan dan kesempatan atas dasar jenis kelamin dan orientasi seksual.
  8. Egaliter. Seluruh warga masyarakat Tiga mengakui bahwa pada dasarnya setiap orang mempunyai posisi dan berkedudukan yang sama.
  9. Kelestarian lingkungan. Seluruh warga masyarakat desa Tiga berkewajiban menciptakan situasi dan kehidupan sosial yang ramah lingkungan.
  10. Merdeka. Semua warga masyarakat Tiga, terutama pemerintah desa harus bebas dari campur tangan manapun, terutama pihak yang tidak berhak, dan selektif dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain.
About these ads

1 Komentar

  1. tsaqiframdhan mengatakan:

    saya dari Kalimantan khususnya bagian tengah atau lebih dikenal dengan KALIMANTAN TENGAH (KALTENG)…saya bangga melihat desa tiga mampu menggali potensi dan mengembangkan desanya….salut !!! gmna caranya saya bisa mendapatkan contoh RPJMDes dan RKPDes desa tiga…karna sebagai acuan desa dan langkah awal bagi kami. terima kasih BRAVO

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Agustus 2008
S S R K J S M
    Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Berita Terdahulu

Komunitas

KANTOR PERBEKEL DESA TIGA

-
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: