KKN-PPM Universitas Udayana periode X – Desa Tiga, Bangli

KKN-PPM Universitas Udayana periode X – Desa Tiga, Bangli

DSC00448

Universitas Udayana sebagai universitas terbesar di Bali kembali menjalankan programpemberdayaan masyarakat melalui KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan danPembelajaran Masyarakat) X pada tahun 2015.KKN PPM ini memiliki tujuan agarmahasiswa mampu mengembangkan kepedulian, kemandirian, kreatifitas, kepemimpinan serta mampu memanfaatkan ilmunya untuk pemberdayaan masyarakat. Kegiatan inidilaksanakan selama sebulan yaitu mulai tanggal 14 Febutuari 2015  hingga 16 Maret 2015  hampir di setiap pelosok desa yang ada di Bali. Salah satu wilayah yang menjadi lokasipelaksanaan KKN PPM X 2015  ini dilaksanakan di Desa , Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Peserta KKN PPM Periode X Unud Desa Tiga berjumlah 22 orang yang berasal dari berbagai fakultas di Unversitas Udayana. Adapun Fakultas yang dimaksud adalah Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra, Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakutas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Kedokteran. Dalam melaksanakan kegiatan KKN PPM, mahasiswa didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ir. Ida Bagus Alit Swamardika, M.Erg.yang merupakan salah seorang dosen di Fakultas Teknik

Desa Tiga merupakan salah satu dari desa yang terletak di Kecamatan Susut yang sebagian besar bermata pencaharian di bidang pertanian dan peternakan sesuai dengan keadaan topografinya yang merupakan daerah pertanian di dataran tinggi. Keadaan iklim dari  yang terbilang sejuk sangat cocok untuk tanaman peternakan jenis tertentu, seperti pisang, jenis umbi-umbian, jeruk , kelapa, dan cokelat yang saat ini lebih banyak difokuskan pada budidaya jeruk. Di samping sektor pertanian, sektor peternakan juga merupakan mata pencaharian sampingan dari sebagian besar masyarakat  seperti ternak ayam ras, ayam kampung, dan sapi.

Pengabdian masyarakat yang dijalankan di Desa Tiga menyentuh masyarakat denganberbagai sektor pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan. Adapun tema dari KKN yang telah disepakati bersama oleh mahasiswa yakni “Pembangunan Desa Tiga Melalui Pemberdayaan Potensi Masyarakat”. Mahasiswa KKN sebelumnya harus membuat rencana program yang mencakup 4 bidang yakni bidang Prasarana Fisik, Peningkatan Produksi, Sosial Budaya, dan Kesehatan Masyarakat. Adapun 9 program pokok yang telah direncanakan dan akhirnya bisa direalisasikan diantaranyadari prasarana fisik yakni Pembuatan proposal perbaikan jalan dan pengadaan tong sampah. Dari bidang peningkatan produksi yakni pembinaan teknis pemupukan/ pembuatan pupuk dan pembinaan teknis budidaya tanaman dalam polibag. Dari bidang sosbud yakni pengaktifan informasi dan profil desa/sensus penduduk dan pelatihan TI bagi aparatur desa. Dari bidang Kesehatan Masyarakat yakni penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), sosialisasi mengenai HIV/AIDS dan kenakalan remaja, serta Inventarisasi tanaman obat. Program pokok non temadiantaranya yakni perbaikan tapal batas, penyuluhan mengenai bahaya rabies, pengendalian penyakit/ vaksinasi ternak besar, latihan tari, english is fun, tabami (taman baca mini), dan penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)Selain itu dilaksanakan pula program bantu seperti gotong royong dan membantu posyandu.

Tepat pada hari Senin, 16 Februari 2015 mahasiswa/i KKN Universitas Udayana Periode  desa Tiga mengunjungi Kantor Perbekel Desa Tiga untuk mengikuti kegiatan Penerimaan Mahasiswa KKN PPM Universitas Udayana Periode X 2015. Penerimaan dihadiri oleh Bapak Perbekel Desa Tiga (Made Mertha) sekaligus membuka acara. Dalam acara ini mahasiswa/i KKN menjelaskan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam KKN tahun ini mencakup program prasarana fisik, program peningkatan produksi, program sosial dan budaya, dan program kesehatan masyarakat yang dijelaskan oleh koordinator masing-masing bidang.

KKN PPM X ini sangat berkesan bagi para mahasiswa dengan banyaknya pengalaman yang dapat diperoleh langsung dari masyarakat. Program kerja tersebut dirasa sudah dijalankan dengan baik walaupun ada beberapa hambatan yang muncul. Mahasiswa KKN berharap agar kegiatan ini dapat pula membantu memberdayakan potensi masyarakat yang ada sesuai dengan tema yang telah disepakati oleh mahasiswa KKN dan banyak pula hal yang telah dipelajari dari pengalaman KKN tahun ini terutama mengenai pengabdian kepada masyarakat.

Adapun beberapa dokumentasi dan deskripsi mengenai program yang telah dikerjakan oleh Mahasiswa KKN periode X tahun 2015 :

  1. Program Prasarana Fisik

Pembuatan Proposal Perbaikan Jalan

Desa Tiga termasuk desa yang besar dengan sembilam banjar di dalamnya. Namun, masih terdapat banyak jalan yang rusak bahkan belum teraspal sama sekali. Oleh sebab itu program pembuatan proposal perbaikan jalan dibuat dan ditujukan untuk beberapa banjar yang memerlukan proposal perbaikan jalan. Pihak yang terlibat untuk menjalankan program ini adalah Mahasiswa, 9 Kelian Banjar, dan Masyarakat.

Pengadaan Tong Sampah

20150311_101849

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut segenap masyarakat untuk bisa mengikuti arus perkembangan tersebut. Mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan dapat ikut berperan serta sebagai subjek yang menyadari perannya dalam bermasyarakat.Hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa dapat menyumbangkan pikiran dan tenaganya pada pelaksanaan pembangunan dalam bentuk pengabdian terhadap Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat atau biasa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Program Pengadaan Tong Sampah ini ditujukan sebagai media pembelajaran agar masyarakat di desa Tiga Kecamatan Susut Kabupaten Bangli dapat menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang seharusnya. Pihak yang terlibat untuk menjalankan program ini adalah Mahasiswa, 9 Kelian Banjar, dan masyarakat

  1. Program Peningkatan Produksi

Pembinaan Teknis Budidaya Tanaman dalam Polybag

Kawasan Desa Tiga ini terkenal dengan sektor perkebunannya. Dengan latar belakang tersebut akan dilakukan pembinaan teknis mengenai budidaya tanaman dalam pollybag. Program pembinaan teknis mengenai budidaya tanaman dalam pot ini merupakan program yang ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada anak SD. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kepada siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Tiga cara menanam bibit timun dalam pollybag dan pengenalan edukasi pertanian usia dini. Pihak yang terlibat dalam menjalankan program ini adalah Kepala Sekolah SD N 4, para guru dan siswa-siswi SD N 4.

Pembinaan Teknis Pemupukan / Pembuatan Pupuk

Pembinaan Teknis Pemupukan / Pembuatan Pupuk adalah kegiatan untuk memberikan pengetahuan serta demo tentang pembuatan pupuk dari kotoran ternak dimana output berupa kotoran ternak belum dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat mencemari lingkungan karena selain menimbulkan bau bakter-bakteri pembusuk yang dibawa lalat dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit seperti diare. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan output berupa kotoran ternak dan sisa-sisa makanan menjadi pupuk dengan memanfaatkan bakteri fermentor. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah menambah pengetahuan mengenai pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk kompos sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan sekaligus dapat diaplikasikan pada tanaman guna meningkatkan produksi tanaman dan mengembalikan kesuburan tanah. Pihak yang terlibat dalam menjalankan program ini adalah Kepala Sekolah SD N 4, para guru, dan siswa-siswi SD N 4 Tiga.

  1. Program Sosial Budaya

Pengaktifan Informasi dan Profil Desa/Sensus Penduduk Desa

20150313_122047

Desa tiga merupakan salah satu desa yang memiliki banyak potensi baik dibidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata. Keadaan iklim yang sejuk dan kondisi tanah yang subur menjadi tempat yang strategis dalam mengembangkan potensi yang dimiliki seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata. Atas dasar itulah adanya perencanaan untuk mengaktifkan informasi desa melalui situs internet yang sudah pernah dijalankan sebelumnya. Sehingga bisa menarik perhatian bagi para investor dan pengunjung untuk mengunjungi dan membuka peluang usaha di desa tiga.

Selain itu, adanya sensus penduduk yang direncanakan dalam program ini guna mendata penduduk yang ada di desa tiga yang sebelumnya telah dilakuakn pada tahun 2009/2010 sedangkan pada tahun 2011-2014 belum adanya pendataan. Oleh karena itu, perencanaan program sensus penduduk ini, guna membantu pihak desa dalam mendata penduduk yang berada di desa tiga. Pihak yang terlibat dari program ini adalah aparatur dan perangkat desa yang bertugas di desa tiga dan juga masyarakat yang menjadi penduduk desa tiga

Pendampingan Teknologi Informasi untuk Aparatur Desa

20150313_123648

Dalam mendukung kegiatan operasional dari desa tiga, tentunya aparat desa membutuhkan teknologi agar kinerja desanya bisa efesien dan efektif. Sehingga hasil yang akan diperoleh bisa memuaskan. Akan tetapi dalam menggunakan teknologi informasi tersebut, ada kendala yang menghambat kinerja dari aparat desa itu sendiri yaitu kurangnya SDM dalam mengoperasikan teknologi informasi tersebut, salah satu contohnya adalah komputer. Oleh karena itu, perencanaan program ini bisa membantu aparat desa yang masih belum bisa mengoperasikan komputer semaksimal mungkin. Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini adalah perangkat desa yang bertugas di desa Tiga dan kelian banjar di lingkungan desa Tiga.

  1. Program Kesehatan Masyarakat

Penyuluhan Kesehatan Umum: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Dintinjau dari aspek pemanfaatan lahan, wilayah Desa Tiga dengan luas 442 ha, 70% dimanfaatkan untuk perkebunan/pertanian tanah kering. Dari data tersebut dapat dipastikan sebagian besar penduduk Desa Tiga bekerja di lahan pertanian kering dan berhubungan dengan berbagai bahan-bahan organik maupun non-organik selama proses berkebun. Dalam hal ini perlu diperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja para petani kebun. Penyuluhan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diperlukan agar para pekerja tahu cara memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang baik dan benar. Selain itu pemerintah juga sudah mewajibkan para pekerja untuk ikut menjadi anggota BPJS kesehatan dan keselamatan per bulan April 2015.Kegiatan penyuluhan ini juga sekaligus memberikan infomasi kepada masyarakat yang belum tahu mengenai BPJS kesehatan dan keselamatan untuk pekerja. Pihak yang terlibat dalam sosialisasi ini adalah kelompok tani ternak Merta Guna II dan IV

Pembinaan Penggunaan Obat Tradisional/Tanaman Obat

Berdasarkan data desa, Desa Tiga umumnya sudah tergolong terjangkau oleh tangan medis mengingat letak desa yang tidak berada terlalu dipedalaman dan sudah cukup baiknya infrastruktur yang ada di desa sehingga desa Tiga cukup mudah dijangkau dari luar.Berdasarkan hal ini usaha-usaha bantuan yang dapat diberikan terkait bidang kesehatan dapat berupa usaha-usaha pemberdayaan dan preventif dari bidang kesehatan.Salah satunya adalah dengan melakukan Program Pembinaan Penggunaan Tanaman Obat berupa kegiatan Inventaris Tanaman Obat.

Inventaris tanaman obat sendiri merupakan suatu program yang dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.Secara tradisional tanaman obat di Bali dikenal dengan sebutan Usadha.Terdapat berbagai macam usadha di Bali yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Pengenalan tanaman, khasiat, dan cara pengolahan tanaman obat berdasarkan Usadha dapat memberikan informasi lebih bagi masyarakat Desa Tiga tentang tanaman obat. Inventaris tanaman obat ini juga ada kaitannya sebagai sumber bahan alam yang dapat berdaya guna dan berhasil mensejahterahkan masyarakat guna sejalan dengan kebijaksanaan obat nasional dalam rangka mencapai salah satu sasaran program pembangunan dibidang kesehatan.Pengenalan tanaman obat ini nantinya diharapkan dapat memberdayakan masyarakat untuk melakukan swamedikasi menggunakan tanaman-tanaman obat yang mereka tanam sendiri di pekarangan rumahnya. Hal ini mengingat banyak warga desa yang bergerak di sektor pertanian yang membuat semakin baiknya program ini untuk dapat direalisasikan sehingga diharapkan kedepannya warga desa dapat meningkat taraf hidupnya dalam bidang kesehatan. Pihak-pihak yang terkait dan turut serta mendukung jalannya program pembinaan dan penggunaan obat tradisional/tanaman obat ini diantaranya mahasiswa, kepala sekolah SD, beberapa guru pada masing-masing sekolah tempat pelaksanaan program, warga keluarga dampingan mahasiswa KKN, kelian dinas banjar kayuambua, kepala desa Tiga.

Penyuluhan Kesehatan Umum: Penyuluhan HIV/AIDS dan Kenakalan Remaja

DSC01001

Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan juga merupakan salah satu indikator keberhasilan dari peningkatan pembangunan suatu negara.Masalah kesehatan yang terjadi saat ini sudah sangat kompleks dan memprihatinkan. Salah satu masalah kesehatan yang sampai saat ini masih dilakukan penelitian-penelitian adalah HIV/AIDS. HIV/AIDS merupakan masalah besar yang mengancam negara di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia dan Bali khususnya.

Kasus-kasus HIV/AIDS saat ini sudah banyak ditemukan pada remaja. Masa remaja usia 10 sampai 24 tahun merupakan masa transisi unik yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada remaja perubahan fisik terjadi lebih cepat daripada perubahan emosi dan psikis. Perubahan yang cukup besar ini seringkali membingungkan sehingga memerlukan pengertian, bimbingan, dan dukungan agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat fisik, mental, sosial budaya dan ekonomi.

Seiring dengan berbagai perubahan yang dialami, remaja ingin mencari jati diri dengan mencoba segala sesuatu yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Kegiatan mereka selalu mengikuti trend, mulai dari trend pakaian, aksesoris, bahasa pergaulan dan perilaku dalam pergaulan. Terkadang remaja dalam bergaul cenderung terjerumus dalam hal-hal negatif, mulai dari mencoba-coba mengkonsumsi narkoba dan melakukan hubungan seksual di luar nikah. Perilaku ini sangat beresiko mengakibatkan penularan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.

Banyak remaja tidak mengetahui dirinya terinfeksi HIV.Keterlambatan diagnose menyebabkan penyakit ini baru dapat ditangani pada stadium lanjut. Hal ini terjadi akibat kurangnya informasi mengenai penyakit HIV/AIDS berupa bimbingan, nasihat, dan konseling, baik dari orang tua, keluarga, guru, atau pihak-pihak lainnya.

Desa Tiga, Bangli memiliki remaja yang produktif dan terangkum dalam Sekaa Teruna Teruni di masing-masing banjar.Remaja-remaja ini memerlukan informasi yang tepat sehingga dapat bertindak sesuai dengan umur dan sopan santun. Salah satu informasi yang tepat sesuai uraian diatas adalah informasi akan penyakit HIV/AIDS baik dari pengertian, faktor-faktor penyebab maupun pencegahan dan penanggulangannya penting diberikan pada remaja – remaja yang sangat mudah untuk dipengaruhi baik negatif atau positif hingga informasi akan kesehatan reproduksi dan penyalahgunaan NAPZA.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tiga khususnya kalangan remaja mengenai penyakit HIV/AIDS dan Napza sehingga akan membentuk perilaku yang tanggap dan mampu mengenali prilaku mana yang baik dan mana yang buruk.

Pihak yang terlibat dalam penyuluhan kenakalan remaja ini diantaranya mahasiwa KKN Unud, Aparat Desa Tiga, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, Kapolsek Susut, dan Seka Teruna Teruni masing-masing banjar di Desa Tiga, Bangli.

KKN UNDIKSHA Tahun 2014

KKN UNDIKSHA 2014Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Undiksha merupakan salah satu program Universitas Pendidikan Ganesha yang mendidik mahasiswanya terampil terhadap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sampai semester 6. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kami, adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha yang berjumlah 20 orang dan terdiri dari berbagai jurusan di Undiksha, baik kependidikan ataupun non kependidikan. Kami mengusung 8 program kerja yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Sehingga judul pengadian kami yaitu “Pengintegrasian Antar Bidang Studi Keilmuan Mahasiswa Undiksha dalam Upaya Peningkatan Potensi Sumber Daya Desa Tiga”. selama satu setengah bulan, ke-8 program ini dijalankan. Terimakasih Undiksha, terimakasih Desa Tiga. Desa Tiga kan selalu kami kenang di hati.

KKn Tiha… Ahaaayyy…. :)

OPTIMALKAN SWADAYA MASYARAKAT DALAM PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR DESA

Pembangunan Desa memang tidak bisa dilepaskan dari peran aktif dan partisipasi langsung dari masyarakatnya sendiri, karena begitu kita bicara pembangunan juga tidak terlepas dari pola pembangunan yang sesungguhnya akan berdampak langsung terhadap output daripada kegiatan itu sendiri,oleh karena itu peran serta masyarakat menjadi sebuah hal yang mutlak dalam sebuah proses pembangunan mulai dari proses perencanaan,pelaksanaan dan pemeliharaan dari hasil-hasil pembangunan itu sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat dirumuskan dalam sebuah perencanaan yang terintegrasi berdasar pada skala prioritas tertentu yang sudah dirancang secara bersma-sama seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat di Desa.

Pemerintah saat ini terus menggiatkan pembangunan disegala bidang termasuk bidang infrastruktur desa dalam rangka peningkatan daya saing dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.Berbagai program sudah diluncurkan oleh Pemerintah untuk percepatan pembangunan di tingkat Desa,Ironisnya arah dan gerak pembangunan yang dilaksanakan dengan berbagai program oleh Pemerintah tidak dibarengi dengan peningkatan partisipasi serta swadaya dari masyarakat setempat sehingga timbul kesan bahwa pembangunan suatu wilayah serta merta menjadi tugas dan tanggung jawab dari Pemerintah.masyarakat setempat hanya berhak untuk menikmati hasil-hasil dari pembangunan itu sendiri.Sungguh sangat disayangkan semangat gotong royong yang diwariskan oleh para pendahulu kita yang sudah ditanamkan dalam seluruh sendi sendi kehidupan masyarakat khususnya di Bali menjadi pudar dengan pola pembangunan yang ada sekarang.

Entah dimana letak kesalahannya dan siapa yang harus bertanggung jawab akan hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar saat ini……..,

Melihat realitas tersebut Komunitas Amatir Radio yang tergabung dalam Paguyuban Asti Gita Umbara mencoba hadir untuk memberikan nuansa baru dalam kehidupan bermasyarakat dan melibatkan diri secara langsung dalam proses pembangunan Desa dengan pola gotong royong.Tidak hanya sekedar komunitas hobby dalam Amatir Radio tetapi Paguyuban ini mencoba untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,sesama dan masyarakat disekitarnya dengan dukungan pendanaan yang digali dari partisipasi masyarakat dan dari anggotanya sendiri.

Sejak berdirinya pada tanggal 01 Januari 2014 Komunitas ini sudah melakukan beberapa kegiatan diantaranya perbaikan jalan di ruas Buungan-Temaga-Linjong yang merupakan akses vital yang menghubungkan tiga dusun di wilayah Desa Tiga yang merupakan satu-satunya akses jalan yang menopang kegiatan perekonomian masyarakat,kegiatan tersebut terlaksana berkat kerjasama seluruh lapisan masyarakat dan para dermawan yang memberikan donatur untuk pembiayaan pemeliharaan jalan yang menghabiskan biaya lebih dari Tiga Belas Juta Rupiah itu.Dengan dikoordinir oleh beberpapa tokoh-tokoh masyarakat ternyata dari hasil kegiatan tersebut menunjukan sesuatu yang cukup menggembirakan karena ternyata tingkat partisipasi masyarakat baik dalam bentuk tenaga dan materi masih sangat tinggi,hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme masyarakat disekitar tempat itu untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Semoga dari kegiatan yang sudah dilaksanakan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat dan kedepan seiring dengan waktu berjalan organisasi ini dapat berbuat lebih banyak lagi hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Lebih Baik Menyalakan Sebuah Lilin daripada Hanya Mengutuk Kegelapan”

BRAVO ASWAGITA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

KOBARKAN TERUS SEMANGATMU TUNJUKAN KEHADIRANMU BISA BERARTI BAGI SESAMA

Pemanfaatan Air Tanah Dalam Sebagai Solusi Mengatasi Krisis Air Bersih Di Desa Tiga

Air Merupakan Sumber kehidupan karena air merupakan kebutuhan pokok yang paling mendasar bagi masyarakat,Desa Tiga berada di ketinggian 700 meter sampai dengan 1.000 meter dari permukaan laut dimana sebagian wilayah desa Tiga sangat minim dengan sumber mata Air sehingga tidak jarang pada musim kemarau terjadi kesulitan air bersih untuk masyarakat di beberapa banjar,akan tetapi upaya pemerintah Desa,Daerah hingga pemerintah Pusat terus mengupayakan untuk segera terpenuhinya kebutuhan air bersih di semua banjar di desa Tiga dan pada tahun 2011 Pemerintah desa Tiga mempunyai inisiatif untuk melakukan pengeboran untuk pemanfaatan air tanah dalam di Banjar Linjong dengan harapan bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih di wilayah tersebut dan sekitarnya juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kegiatan usaha pertanian dan peternakan,mengingat daerah tersebut merupakan sentra peternakan Sapi Bali dan Peternakan Ayam Ras Petelur.Upaya tersebut ternyata membuahkan hasil dan dari pengeboran di kedalam 135 meter sudah menemukan sumber air bawah tanah di kedalaman 115 meter dan sudah di pompa sampai ke permukaan dengan debit air 10 meter kubik per jam.Kedepan sesuai dengan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan permasalahan2 yang ada pemerintah Desa Tiga berencana akan melakukan Pengeboran di beberapa tempat seperti di : Banjar Malet Tengah,Malet Kutamesir,Pukuh dan Tiga sedangkan targetnya pada tahun 2013 nanti seluruh kebutuhan Air bersih di desa Tiga untuk Masyarakat sudah dapat terpenuhi sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai patani dan peternak.

PILOT PROJECT OVOP AGRIBISNIS KEMENKOP DI DESA TIGA

Program rintisan pengembangan Agribisnis Komoditas unggulan di Desa Tiga yang digagas oleh kementerian Koperasi UKMK RI sudah berjalan hampir satu tahun.untuk kegiatan tersebut Kementerian Koperasi juga mendatangkan expert dari ICDF Taiwan yang bertugas untuk membantu para petani yang ada di Desa Tiga untuk pengembangan beberapa komoditas unggulan yang akan dijadikan maskot dari produk pertanian di Desa Tiga.Beberapa komoditas unggulan telah berhasil dikembangkan seperti Pepaya Red Lady,Jambu Crystal,dan Beberapa Komoditas unggulan lainnya seperti Jeruk dengan Varietas unggul yang bibitnya didatangkan khusus dari luar negeri.

Pepaya Red Lady

Pengembangan Potensi Lokal dengan pola pemberdayaan masyarakat untuk menghasilkan suatu Produk yang bisa bersaing dipasaran bukan merupakan hal yang mudah dilakukan akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan pendampingan dari Pemerintah dapat mempercepat proses terwujudnya kesejahteraan masyarakat khusunya masyarakat petani yang ada di Desa Tiga.

 

pepaya
Jambu Crystal

Membangun Masyarakat Desa Sejahtera Mandiri

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.